Arab-Latin: yā ayyuhallażīna āmanū innamal-khamru wal-maisiru wal-anṣābu wal-azlāmu rijsum min 'amalisy-syaiṭāni fajtanibụhu la'allakum tufliḥụn. Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka
Arti Kata Bahasa Arab Arti Afala Taqilun, Afala Tatafakkarun, Ada 13 Ayat Disebutkan di Dalam Alquran ini Maknanya Semua kalimat pertanyaan ini mengajak manusia untuk melakukan muhasabah atau perenungan atas apa yang telah ditegaskan oleh Allah SWT
واشهد ان محمدا عبده و رسوله. (Asyhadu alla Ilaha illallah wahdahu la syarikalah, waasyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluh) اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. (Allahumma shalli wasallim wabarik 'ala sayidina Muhammadin wa'ala
La’allakum tattaqun. Agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Yaitu manusia yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Manusia yang bertaqwa adalah manusia yang saleh ritual dan saleh sosial. Manusia yang relasi ke atas itu excellence dan ke samping dan bawah juga hebat.
Bacaan doa penutup khutbah Jumat ini dapat diamalkan saat kamu diamanahkan untuk menjadi khatib dalam shalat Jumat. Shalat Jumat adalah ibadah wajib bagi laki-laki muslim yang sudah akil baligh dan tidak sedang dalam perjalanan (musafir) atau sakit. Sholat Jumat dilakukan di masjid secara berjamaah minimal 40 orang laki-laki menurut Mazhab
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba Alaikumus Siam Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumus siam merupakan penggalan dari Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183. Surah Al-Baqarah merupakan surah kedua dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, kata, dan huruf serta termasuk kedalam surah Madaniyah. Surah ini memiliki arti sapi betina, karena di dalamnya memiliki kisah tentang kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil. Hal ini terdapat pada ayat 67-74. Surah ini juga dinamai dengan Fustatul Qur'an Puncak Al-Qur'an dikarenakan memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah lain. Surah Al-Baqarah ayat 183 membahas tentang puasa. Puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan diri dari berpuasa, seperti makan, minum, dan hawa nafsu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Puasa dilakukan untuk mendapat ridha Allah, sehingga menjadi orang yang bertaqwa. Sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 183. Jenis-jenis puasa terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis puasa berdasarkan hukumnya antara lain adalah Puasa Wajib antara lain Puasa Ramadhan, Puasa Nadzar, dan Puasa Kafarat. Puasa Sunnah antara lain Puasa Arafah, Puasa Senin Kamis, dan Puasa Ayyamul Baid. Puasa Haram antara lain Puasa saat hari Idhul Fitri dan idhul Adha. Lantas apa arti ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumus siam? Berikut merupakan tulisan arab dan artinya. Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 183 ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumus siam merupakan penggalan dari Surah Al-Baqarah ayat 183. Berikut merupakan Surah Al-Baqarah ayat 183 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Latin Ya ayyuhallazina amanu kutiba 'alaikumus-siyamu kama kutiba 'alallazina ming qablikum la'allakum tattaqun Artinya Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu.QS. Al-Baqarah183 Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 183 Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kalian, agar kalian bertaqwa kepada Allah, yaitu dengan cara membuat tabir penghalang antara diri kalian dan azab Allah melalui amal saleh. Salah satu amal saleh yang paling utama ialah puasa. An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikj Muhammad bin asy-Syawi Allah mengabarkan tentang segala yang Dia karuniakan kepada hamba-hambaNya dengan cara wajibkan atas mereka berpuasa sebagaimana Allah telah mewajibkan puasa itu atas umat-umat terdahulu, karena puasa itu termasuk di antara syariat dan perintah yang mengandung kemaslahatan bagi makhluk hidup di setiap zaman. Puasa juga menambahkan semangat bagi umat ini yaitu dengan melompat lomba dengan umat lain dalam menyempurnakan amal perbuatan dan bersegera menuju kepada kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan puasa itu juga bukanlah suatu perkara sulit yang khusus bagi kalian. Kemudian hikmah disyariatkannya puasa seraya berfirman," Agar kamu bertaqwa" karena sesungguhnya puasa itu merupakan salah satu faktor penyebab ketaqwaan, karena berpuasa dalam merealisasikan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan diantara bentuk yamg meliputi ketaqwaan dalam puasa itu adalah bahwa orang yang berpuasa akan meninggalkan apa yang diharamkan oleh Allah seperti makan, minum, melakukan Jima, dan semacamnya yang sangat diiinginkan oleh nafsunya dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah seraya mengharapkan pahala dalam meninggalkan hal tersebut. Ini merupakan bagian ketaqwaan. Dan diantaranya juga adalah bahwasannya orang yang berpuasa itu melatih dirinya untuk selalu merasa diawasi oleh Allah, maka dia meninggalkan apa yang diinginkan oleh hawa nafsunya padahal dia mampu melakukannya karena dia tahu bahwa Allah melihatnya. Yang lain bahwasannya puasa itu mempersempit jalan masuk setan, karena setan itu berjalan dalam tubuh manusia seperti jalannya darah, maka puasa akan melemahkan pengaruhnya dan meminimumkan kemaksiatan. Diantaranya juga bahwa seseorang yang berpuasa biasanya akan bertambah ketaatannya, dan ketaatan itu adalah gambaran dari ketaqwaan. Yang lainnya lagi adalah bahwa orang yang kaya bila merasakan susahmya kelaparan, pasti ia menghibur kaum miskin, dan ini pun termasuk gambaran ketaqwaan. Refernsi Itulah ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumus siam yang artinya adalah "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu". Sekian penjelasan kali ini. Semoga bermanfaat.
La'allakum TattaqunLa'allakum tattaqun merupakan penggalan dari surat Al-Baqarah ayat 183. Lebih tepatnya adalah, "Yaa ayyuhallażiina aamanu kutina 'alaikumus-siyaamu kamaa kutiba 'alallażiina ming qablikum la'allakum tattaqun". Sedikit penjelasan tentang surat Al-Baqarah, surat Al-Baqarah merupakan surat Madaniyah, yaitu ayat Al-Qur'an yang diturunkan di Madinah atau diturunkan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surat Al-Baqarah merupakan surat ke dua dalam Al-Qur'an, terdiri atas 286 ayat, tepatnya pada Juz 1 ayat 1-141, Juz 2 ayat 142-252 dan Juz 3 ayat 253-286.Surah ini memiliki arti sapi betina, karena di dalamnya memiliki kisah tentang kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil. Hal ini terdapat pada ayat 67-74. Surah ini juga dinamai dengan Fustatul Qur'an Puncak Al-Qur'an dikarenakan memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 183 membahas tentang puasa. Puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan diri dari berpuasa, seperti makan, minum, dan hawa nafsu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Puasa dilakukan untuk mendapat ridha Allah, sehingga menjadi orang yang bertaqwa. Sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat puasa terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis puasa berdasarkan hukumnya antara lain adalah Puasa Wajib antara lain Puasa Ramadhan, Puasa Nadzar, dan Puasa Sunnah antara lain Puasa Arafah, Puasa Senin Kamis, dan Puasa Ayyamul Haram antara lain Puasa saat hari Idhul Fitri dan idhul Tattaqun ArtinyaLa'allakum tattaqun artinya kamu agar kamu bertakwa. Hal ini untuk menjelaskan hikmah dari berpuasa dan tujuan disyariatkannya. Diantaranya juga bahwa seseorang yang berpuasa biasanya juga akan menambah tingkat ketaatannya. Ketaatan itulah gambaran dari ketakwaan. Yang lainnya lagi adalah bahwa orang yang berada bisa merasakan susuahnya kelaparan, pasti ia menghibur kaum miskin, dan ini pun termasuk gambaran inilah yang akan menjadikan berpuasa sebagai sarana untuk menjadi lebih baik lagi. Dengan berpuasa, tentunya akan meninggalkan sesuatu yang diharamkan baginya dari makan, minum, dan berhubungan intim yang semua hal tersebut tentunya sangat sesuai dengan keinginan nafsu, tetapi dia tinggalkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah dan dia yakini bahwa hal tersebut dapat membatalkan yang berpuasa juga akan melatih dirinya dalam masalah muroqobah merasa diawasi oleh Allah sehingga dia meninggalkan segala hal yang diinginkan nafsunya padahal dia mampu untuk melakukannya karena dia tahu bahwa Allah mengawasinya. Surat Al-Baqarah Ayat 183 Arab dan ArtinyaLa'allakum tattaqun merupakan penggalan dari surat Al-Baqarah ayat 183. Berikut ini merupakan tulisan arab dan artinyaيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَLatin Yaa ayyuhallażiina aamanu kutina 'alaikumus-siyaamu kamaa kutiba 'alallażiina ming qablikum la'allakum tattaqun. QS. Al-Baqarah183Artinya Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." QS. Al-Baqarah183Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 183 Menurut Al-Muyassar/Kementrian Agama Saudi Arabia183. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kalian, agar kalian bertakwa kepada Allah, yaitu dengan cara membuat tabir pengahalang antara diri kalian dan azab Allah melalui amal saleh. Salah satu amal saleh yang paling utama ialah penjelasan tentang la'allakum tattaqun yang ternyata merupakan penggalan dari surat Al-Baqarah ayat 183. Sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat.
Jakarta - Surat Al Baqarah ayat 183 membahas tentang kewajiban ibadah puasa. Lalu apa makna kalimat La'allakum Tattaquun di akhir ayat tersebut?Berikut bunyi lengkap ayat tersebut dan artinya"Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu kutiba 'alaykumu alshshiyaamu kamaa kutiba 'alaa alladziina min qablikum la'allakum tattaquuna" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa - QS. Al Baqarah 183Ustaz Adi Hidayat Lc, MA menjelaskan kalimat La'allakum Tattaquun, dipahami oleh para ulama-ulama tafsir sebagai esensi atau tujuan dari puasa. Yaitu puasa yang diperintahkan Allah SWT, dengan tujuan para pelaku puasa bisa meningkatkan takwanya."Penting Anda ketahui, bahwa kalimat peningkatan takwa ini diungkapkan dengan dua hal yang sangat indah. Pertama dengan kalimat La'allakum, ada harapan bisa tercapai jika diikuti dengan penuh kesungguhan, artinya ada ikhtiar yang serius untuk mewujudkannya. Ini menunjukan bahwa tidak setiap orang yang berpuasa bisa mencapai derajat taqwa, kecuali dia sungguh-sungguh dan serius mewujudkannya," papar Ustaz TanyaUstazAdi Macam-macam Doa Berbuka PuasaUstaz Adi lalu menjelaskan ayat itu diakhiri dengan kalimat Tattaquun. "Ini menunjukan suksesnya orang yang berpuasa itu tidak hanya mendapatkan taqwa saat Ramadan saja, tetapi hingga akhir Ramadan dan sesudah Ramadan," bisa menyaksikan program tanya-jawab bersama Ustaz Adi setiap hari di Setiap hari, bakal ada satu video tanya-jawab yang ditayangkan serta jawaban ustaz. Semoga menambah ilmu dan manfaat di bulan penuh hikmah ini.[GambasVideo 20detik] ega/nwk
La'allakum tattaqun لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ, agar kalian di atas terdapat di akhir surat Al-Baqarah 183, ayat shiyam. Disebutkan bahwa kalimat di atas menjelaskan tujuan utama dari Tapi tidak ada salahnya kita bedah kalimat tersebut untuk tambahan ilmu terdiri dari dua kata La'alla لَعَلَّ dalam bahasa Arab merupakan kata roja' harapan yang berfungsi untuk tarajji mengungkapkan harapan. la'alla berarti semoga, mudah-mudahan, atau arti lain yang mengandung harapan. Kum كُمْ adalah kata ganti orang kedua jamak sebagai objek. Tattaqun تَتَّقُوْنَ adalah fi'il mudlari', kata kerja untuk masa sekarang dan yang akan datang dengan tambahan kata tertentu, dalam bahasa Inggris disebut continues tense yang hanya mencakup kerja masa sekarang dan future tense yang hanya mencakup kerja di masa yang akan dengan demikian berarti kalian bertaqwa saat ini dan pada waktu yang akan datang.Muttaqun atau muttaqin adalah jamak dari muttaqi, kata sifat yang menyifati beberapa orang dengan pekerjaan yang dikerjakannya, artinya adalah orang yang bertaqwa; seperti mushallun jamak dari mushalli, menyifati orang-orang yang shalat; muzakkun, jamak muzakki, menyifati orang yang berzakat; sha'imun, jamak dari sha'im, menyifati orang yang melakukan shiyam; dan muttaqun atau muttaqin menyifati orang-orang yang bertaqwa, tetapi secara konotatif, kata benda bersifat pasif, sedangkan kata tattaqun yang merupakan kata kerja bersifat menggunakan diksi "tattaqun" dalam bentuk kata kerja untuk menjelaskan bahwa untuk menjadi orang yang bertaqwa tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan, tapi harus melalui tahapan, melalui perjalanan yang seringkali di kanan dan kiri jalan itu ada lorong-lorong ketika bersama beberapa orang sahabat pernah menggoreskan sebuah garis lurus di atas tanah, seraya bersabda "Ini jalan Allah", kemudian beliau menggoreskan beberapa garis, berawal dari garis tadi ke kiri dan ke kanan, seraya bersabda "Jalan-jalan ini, di setiap jalan ada setan yang memanggil-manggil, mengajak untuk belok". Rasulullah kemudian membaca ayat 153 surat Al-An'am "Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. [Diterjemahkan secara bebas dari hadits shahih riwayat Bazzar].Jika memperhatikan firman Allah pada surat Al-Hujurat 13 "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu", bisa kita petik simpulan bahwa derajat ketakwaaan manusia berbeda-beda dan taqwa yang tertinggi adalah taqwa yang haqqa tuqatihi sebenar-benar taqwa adalah target ideal setiap orang yang beriman. Ukuran taqwa yang sebenar-benarnya adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. "Ana Atqaakum Aku adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian" Demikian sabda Rasulullah HR. Bukhari.Setiap orang diperintahkan untuk mengejar tingkatan haqqa tuqatihi. Memang hampir mustahil, tetapi tetap wajib berusaha semampu yang bisa dilakukan oleh masing-masing orang. "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu" QS. At-Taghabun 13.Agar usaha kita terukur di dalam mencapai target haqqa tuqatihi, maka cara yang paling tepat adalah dengan cara meneladani Rasulullah dalam beribadah, bermuamalah, dan berakhlak, semaksimal yang bisa kita lakukan. Dari penjelasan tentang kata-kata yang menyusun kalimat la'allakum tattaqun di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa la'allakum tattaqun berarti semoga, dengan puasa yang kalian lakukan, kalian bisa bertaqwa hari ini, dan meningkatkan ketaqwaan kalian esok dan pada hari-hari kenapa puasa yang dijadikan medium untuk membimbing manusia bertaqwa?Sebenarnya, bukan puasa saja yang dijadikan media pendidikan taqwa bagi manusia. Semua ibadah, semua ajaran syari'at adalah media pendidikan. Tetapi jika dicari media utama dalam pendidikan taqwa, maka jawabannya adalah Ramadhan adalah ibadah yang unik. Mode ON puasa berlaku seharian, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. kalau batal, maka batallah sehari puasa dan hanya bisa diqadla' di luar bulan dibandingkan dengan shalat. Orang yang batal shalat subuhnya, bisa segera mengulang shalatnya selama waktu Subuh masih ada. Demikian pula waktu shalat yang pula jika dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang yang berpuasa merasa sangat sayang jika puasanya batal, walaupun dia merasa lemas, lapar, dan dahaga, maka dengan sekuat daya dan upaya dia mempertahankan puasanya dengan menaati aturan yang ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. aturan yang sebenarya agak aneh, karena hal-hal yang awalnya boleh menjadi hal-hal yang dilarang sementara kegiatan yang lain tetap diperbolehkan sebagaimana hanya ketika tidak berpuasa, seperti berkomunikasi dengan orang lain, berinteraksi dengan istri, memasak, dan aktivitas kehidupan yang salah jika ada orang yang mengatakan bahwa level ujian yang ada dalam ibadah shiyam Ramadhan merupakan level ujian tertinggi dan terberat dibandingkan ujian yang ada pada ibadah bahwa kata kunci utama dalam kesuksesan puasa seseorang adalah ketaatan, dan ketaatan adalah media utama dalam pendidikan taqwa. Sampai di sini sudah kelihatan benang merahnya ya?Ditulis oleh Amir Ma'ruf Husein, di status Facebook pada 6 Mei 2020
Look Inside View Larger Look Inside لـعـلّـكـم تـتّـقـون، شـهـر رمـضـان شـهـر الـسـلام Laallakum tattaqūn, shahr Ramaḍān shahr al-salām Issue Year 2021 Our Price $ More from this publisher Email this page to a friend * required fields BUY THIS ITEM NOW < Shipping & handling policy < 7 day returns policy Usually ships within 2 weeks QS Bibliographic details Edition al-Ṭabah al-ūlá. Published/Created [Beirut] Sharikat Ṣilah lil-Dirāsāt al-Tarbawīyah, 2021. Description 315 pages ; 21 cm. Language Arabic. Binding Hardcover. ISBN 9786144301234. Subject Islamic preaching. Subject Muslims - Conduct of life. Customers who bought this item also bought Manāzil al-sā’irīnby Ḥaydar Khānī Mushtāq Alī, Ḥusayn$ al-mawāiẓ wa-miṣbāḥ al-muttaiẓ wa-qabas al-wāiẓby al-Ālūsī, Numān ibn Maḥmūd$ al-ulamā’ lil-salāṭīn wa-al-umarā’by al-Fayyāḍ, Zayd ibn Abd al-Azīz$ al-Qarnī, Ā’iḍ ibn Abd Allāh$ j'ai ete guideby Tijani, Samaoui Mohamed$ ilá al-dhātby Sharīatī, Alī$ wa-al-tablīgh al-dīnīby Qirā’atī, Muḥsin$ al-mutaḥābbīn fī Allāhby Banānī, Aḥmad ibn Muḥammad$ al-Islāmī lil-talīm al-ālī wa-namūdhajān bi-Tibrīzī wa-al-mahārāt al-naḥwīyahby Qabāwah, Fakhr al-Dīn$ al-Sadīyahby Āl Sad, Muḥammad ibn Abd al-Laṭīf$ kibār al-ulamā’ fī al-ṣuḥuf al-Saūdīyah al-qadīmah, 1343-1383 al-Jammāz, Aḥmad ibn Abd al-Azīz$ al-shaykh Abd Allāh ibn Uthmān al-Dhamārī ḥafiẓahu Allāhby al-Dhamārī, Abd Allāh ibn Uthmān$ ḍāllat al-khaṭībby al-Khāqānī, Īsá ibn Abd al-Ḥamīd$ shaykh al-Islām sayyidinā Abd al-Qādir al-Kīlānīby al-Kīlānī, Abd al-Qādir$ al-wāiẓīn wa-riyāḍ al-sāmiīnby Ibn al-Jawzī, Abd al-Raḥmān ibn Alī$ fī al-Qur’ān al-Karīmby al-Badr, Badr ibn Nāṣir$ al-hātin min tarājim a’immat wa-khuṭabā’ al-Masjid al-Ḥarām fī al-qarn al-Hijrī al-thāminby al-Ḥudhayfī, Abd al-Raḥmān ibn Muḥammad$ al-faḍā’īby al-Ghadhdhāmī, Abd Allāh Muḥammad$ min khuṭab al-minbarby al-Duhayshī, Abd al-Azīz ibn Abd al-Muḥsin$ al-mafqūdah alá ḍaw’ al-Qur’ān wa-al-Sunnahby Kurdī, Umar Muḥyī al-Dīn$ al-Ḥaramayn, 1343-1432 al-Ghāmidī, Abd Allāh ibn Aḥmad$ takhafby al-Zīr, Abd al-Azīz Muḥammad$ al-bayān min khuṭab Jāmi Āl Faryānby Āl Faryān, Abd al-Raḥmān ibn Abd Allāh$ al-aqā’idīyahby al-Tajkānī, Abd al-Laṭīf$ al-tablīgh al-Islāmīby al-Mushaykhiṣ, Abd al-Aẓīm$ al-Islāmīby al-Ḥalawājī, Abā Dharr$ indamā yantaṣirby Ibrāhīm, Ārām$ alā al-māl wa-al-manṣibby al-Shaqaqī, Abd al-Majīd Muḥammad$ al-muḥibb bi-anna jins al-amāl min lawāzim īmān al-qalbby Abū Sarī, Jamāl ibn Ibrāhīm$ al-shāmil lil-imām wa-al-khaṭīb wa-al-dāiyahby al-Masaddī, Muḥammad Yāsir$ Look for similar items by category 1. Do not be envious لا تـحـاسـدوا 2. Guarding the tongue حـفـظ الـلـسـان 3. Fākihat al-anām fī fiqh al-layālī wa-al-ayyām by al-Zāmilī, Muḥammad Sālim فـاكـهـة الأنـام فـي فـقـه الـلـيـالـي و الأيـام لـ الـزامـلـي، مـحـمـد سـالـم 4. Glorieux sermons from the Haram by al-Sudais, Abdul Rahman ibn Abdul Aziz كـوكـبـة الـخـطـب الـمـنـيـفـة مـن مـنـبـر الـكـعـبـة الـشـريـفـة لـ 5. Maslakīyāt by al-Sakrān, Ibrāhīm ibn Umar مـسـلـكـيـات لـ الـسـكـران، ابـراهـيـم بن عـمـر More items to consider 1. Khatm Sunan al-imām Abī Dāwūd by al-Baṣrī, Abd Allāh ibn Sālim خـتـم سـنـن الإمـام أبـي داود لـ الـبـصـري ، عـبـد الله بن سـالـم 2. Mashāriq al-shumūs fī Sharḥ al-durūs by al-Khuwānsārī, Ḥusayn مـشـارق الـشـمـوس في شـرح الـدروس لـ الـخـوانـسـاري ، حـسـيـن 3. al-Insān fī al-kawn bayna al-Qur’ān wa-al-ilm by Khiḍr, Abd al-Alīm Abd al-Raḥmān الإنـسـان فـي الـكـون بـيـن الـقـرآن و الـعـلـم لـ خـضـر ، عـبـد الـعـلـيـم عـبـد الـرحـمـن 4. al-Tafsīr al-Maẓharī by al-Maẓharī, Muḥammad Thanā’ Allāh الـتـفـسـيـر الـمـظـهـري لـ الـمـظـهـري، مـحـمـد ثـنـاء الله 5. Ilm al-akhlāq fī al-Kitāb wa-al-Sunnah wa-al-adab by al-Kharsān, Muḥammad Hādī Muḥammad Riḍā عـلـم الأخـلاق فـي الـكـتـاب والـسـنّـة والأدب لـ الـخـرسـان، مـحـمـد هـادي مـحـمـد رضـا Look for similar items by subject Islamic preaching Islamic preaching - Early works to 1800 Islamic preaching - India Islamic preaching - Lebanon Islamic preaching - Saudi Arabia - Najd - Biography Islamic preaching - Study and teaching View items for all subjects View items for all selected subjects
tulisan arab la allakum tattaqun