Tumbuhandikotil ini tergolong famili. Wednesday, 22 April 2020 Tumbuhan dikotil ini tergolong famili. Riski Ferdian April 22, 2020 plantae Tumbuhan dikotil ini tergolong famili. A. Casuarinaceae B. Leguminose C. Capparaceae D. Malvaceae E. Apocynaceae Jawaban: B. Leguminose
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Tumbuhan dikotil ini tergolong famili.... A. Casuarinaceae B. Leguminose C. Capparaceae D. Malvaceae E. Apocynaceae Jawaban B. Leguminose Pembahasan Nama spesies pada gambar adalah Vicia angustifolia Sumber gambar Termasuk ke dalam family Leguminosae Fabaceae Referensi lengkap lihat link berikut Lihat Selengkapnya Pembahasan Uji Kompetensi Materi Plantae Buku Erlangga K-13 Kelas 10 dan Pembahasannya
Tumbuhan Dikotil – Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Contohnya – Tumbuhan Dikotil yang dimana dalam hal ini meliputi ciri, klasifikasi, struktur dan contohnya, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Pengertian Tumbuhan Dikotil Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang memiliki biji yang berkeping dua. Yang memiliki ciri khas yang sama memiliki sepasang daun lembaga kotiledon. Tumbuhan dikotil memiliki sepasang daun lembaga yang sudah terbentuk sejak dalam tahap biji. Tumbuhan dikotil memiliki ciri-ciri khusus berikut ciri-ciri tumbuhan dikotil Bentuk akar tunggang. Pola tulang daun dan bentuk sumsumnya menyirip atau menjari. Tidak memiliki tudung akar. Jumlah keping bijinya dua. Pada akar dan batang, terdapat kambium dan dapat tumbuh serta berkembang menjadi besar. Batangnya bercabang-cabang. Jumlah kelopak bunganya dua, empat, lima, atau kelipatannya. Pembuluh pengangkutnya teratur dalam lingkaran/cincin. Struktur Tumbuhan Dikotil Berikut ini terdapat dua struktur tumbuhan dikotil, antara lain 1. Daun Daun adalah bagian tumbuhan yang umumnya berbentuk lembaran pipih dan berwarna hijau. Daun berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, pertulangan daun berbentuk menjari atau menyirip dan memiliki jaringan tiang. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi Tumbuhan Berbiji – Ciri, Struktur, Reproduksi dan Klasifikasi Stomata pada daun berfungsi sebagai organ penting bagi respirasi daun. Bentuknya seperti lubang-lubang kecil lonjong yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup dan hanya terdapat pada daun yang berwarna hijau. Daun memiliki stomata pada permukaannya dan memungkinkan tumbuhan melakukan pertukaran gas. Berikut ini terdapat beberapa struktur daun pada tumbuhan dikotil, antara lain Epidermis Epidermis mengandung sel-sel kipas dan stomata. Epidermis daun juga dapat bermodifikasi menjadi trikoma yang fungsinya untuk melindungi dan memantulkan radiasi cahaya matahari. Jaringan dasar Jaringan dasar terletak diantara kedua epidermis, epidermis atas dan bawah. Mesofil adalah daerah utama tempat fotosintesis. Berkas pengangkut Berkas pengangkut terletak pada tulang daun dan memiliki susunan seperti pada batangnya. Berkas ini adalah gabungan dari xylem dan floem. 2. Batang Batang adalah bagian tumbuhan yang berada dipermukaan tanah dan berperan sebagai tempat tumbuhnya daun dan sarana lintasan air, mineral serta makanan. Berikut ini terdapat beberapa struktur batang, antara lain Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi Struktur Dan Fungsi Jaringan Batang Tumbuhan Epidermis Epidermis adalah sebuah jaringan terluar batang dan disusun oleh organ-organ hidup dengan dinding organ yang tipis. Korteks Letaknya ada di antara lapisan endodermis. Terdapat dua sel di korteks, yaitu kolenkim dan parenkim. Endodermis Endodermis terletak langsung di bawah lapisan epidermis. Kambium Kambium merupakan pembeda tumbuhan dikotik dengan tumbuhan monokotil. Floem Sel penyusun floem seperti organ-organ tapis, komponen pembuluh tapis sel pengantar, serat floem dan parenkim floem. Xylem Sel penyusun xylem meliputi elemen trakea, serat xilem dan parenkim xilem. 3. Akar Akar adalah sel tumbuhan yang berlokasi didalam tanah dan berpenan untuk menyerap air dan mineral dari tanah serta melekatkan dan sebagai pondasi supaya tumbuhan tubuh tegak dan kokoh. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi 5 Jenis Dan Struktur Anatomi Pada Akar Tumbuhan Klasifikasi Tumbuhan Dikotil Berikut ini terdapat dua klasifikasi tumbuhan dikotil, antara lain Euphorbiaceae Tumbuhan Jarak-Jarakan Ciri-ciri Batang mengandung getah; Tulang daun menjari; Buah kendaga memiliki 3 ruang yang masing-masing memiliki satu biji. Contoh Ceremai, Ubi kayu, Karet, Pohon jarak, Puring. Moraceae Contohnya beringin dan keluwih. Papilionaceae Ciri-ciri sebagai berikut Bunga berbentuk seperti kupu-kupu; Memiliki buah polong; dalam setiap buah terdapat beberapa ruang biji, masing-masing mengandung satu biji. Contohnya semua jenis kacang – kacangan. Caesalpiniaceae Ciri-ciri sebagai berikut Berupa pohon atau perdu; Memiliki buah polong. Contoh Flamboyan, Kembang Merak, Malvaceae. Mimosaceae Ciri-ciri sebagai berikut Berupa pohon atau perdu; Memiliki buah polong. Contoh Putri malu, Lamtora, Saga, Caesalpiniaceae. Malvaceae Ciri-ciri sebagai berikut Berupa semak atau perdu; Mahkota bunga lima saling melekat pendek. Contoh Kapas, Solanacaeae, waru. Bombacaceae Contohnya durian. Rutaceae Contohnya jeruk keprok. Solonacaeae Ciri-ciri sebagai berikut Berupa semak; Bunga berbentuk seperti terompet atau bintang; Mahkota 5 helai dan saling melekat benang sari 5 buah, putik 1 buah. Contoh Cabe, Tomat, Kentang, Tembakau, Myrtaceae Myrtaceae Ciri-ciri sebagai berikut Berupa perdu atau pohon berkayu; Mahkota bunga kecil, benang sari banyak. Contoh Jambu air, Jambu biji, Jambu monyet, Jambu batu, Cengkeh. Reproduksi Tumbuhan Dikotil Berikut ini terdapat beberapa reproduksi tumbuhan dikotil, antara lain 1. Vegetative Vegetative terbagi atas dua ialah alami dan buatan. Secara alami, perkembangbiakan tumbuhan tak kawin tanpa bantuan tangan manusia untuk terjadi pembuahan atau anakan baru. Reproduksi dengan vegetatif buatan bisa dilakukan dengan merunduk, menyetek, menyambung dan mencangkok. Mencangkok dilakukan pada tanaman dikotil dengan cara membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Kemudian daerah lukanya dibalut oleh tanah atau media lain dan diikat serta dibiarkan sampai tumbuh akar. Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Akar Menurut Ahli Biologi 2. Generative Antara lain Alat perkembangbiakan angiospermae adalah bunga. Bunga meliputi berdasarkan perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga meliputi kelopak dan mahkota bunga. Alat kelamin bunga alat perkembangbiakan. Contoh Tumbuhan Dikotil Berikut ini terdapat beberapa contoh tumbuhan dikotil, antara lain Karet Hevea brasiliensis Singkong/Ubi Kayu Manihot utilissima Jarak Ricinus communis Tumbuhan Kapas Gossypium sp Cabai Merah Capsicum annum Kentang Solanum tuberosum Putri Malu Mimosa pudica Bunga Dahlia Dahlia sp Tomat Solanum lycopersicum Jeruk Citrus Kacang Tanah Arachis hypogaea Ceremai Phyllanthus acidus Mangga Mangifera indica Puring Codiaeum variegatum Jambu Air Syzygium aqueum Kacang Kedelai Glycine soja Bunga Flamboyan Delonix regia Tembakau Nicotiana tabacum Cabai Rawit C. frutescens Bunga Seruni Chrysanthemum Jambu Biji Psidium guajava Kakao Theobroma cacao Pohon Mahoni Swietenia mahagony jaca Cengkeh Syzygium aromaticum Kamboja Plameria acuminata Johar Senna siamea Petai Parkia speciosa Buah Rambutan Nephelium lappaceum Terong Solanum melongena Bunga Matahari Helianthus annuus Jeruk Nipis Citrus aurantifolia Kacang Panjang Vigna sinensis Ranti/Leunca Solanum nigrum Takokak Solanum torvum Kecubung Datura metei Pohon Albasia Albizia chinensis Jarak Pagar Jatropha curcas Kacang Koro Canavalia gladiata Lamtoro/Petai Cina Leucaena leucocephala Saga Adenanthera pavonina Kamkuat Citrus japonica Jambu Monyet Anacardium occidentale Bunga Seruni Chrysanthemum indicum Waru Hibiscus tiliaceus Kembang Merak Caesalpinia pulcherrima Durian Durio zibberthinus Jeruk Bali Citrus maxima Rosela Hibiscus sabdariffa Kacang Hijau Phaseolus radiatus Bunga Sepatu Hibiscus rosasinensis Demikian Ulasan Tentang Tumbuhan Dikotil – Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Contohnya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia Amin … 😀
Jakarta - Tidak semua tumbuhan memiliki biji dan hanya tumbuhan berbunga yang menghasilkan biji. Kelompok tumbuhan berbunga tersebut terbagi lagi menjadi dua kelompok tumbuhan yaitu, kelompok tumbuhan monokotil dan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji berkeping satu, sementara dikotil adalah tumbuhan yang memiliki biji berkeping buku Cerdas Belajar Biologi karya Oman Karmana, pada dasarnya anatomi bunga tumbuhan monokotil sama dengan anatomi bunga tumbuhan dikotil. Mahkota tumbuhan dikotil umumnya berjumlah 4-5 helai atau kelipatannya. Sedangkan mahkota tumbuhan monokotil berjumlah 3-6 helai atau lebih jelasnya, seperti yang dilansir dari buku Biologi Interaktif untuk SMA/MA oleh Tetty Setiowati dan Deswaty Furqonita dan buku Biology oleh Suyitno A dan Sukirman, simak perbedaan sekaligus ciri tumbuhan monokotil dan dikotil Tumbuhan MonokotilTumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji tunggal atau tidak terbelah. Contoh tumbuhan monokotil adalah jagung, bambu, padi, kangkung, rumput teki, kelapa, kunyit, jahe, anggrek pisang, nanas, hingga ciri-ciri yang dimiliki tumbuhan monokotil, di antaranyaBerbiji tunggal atau berkeping satuTidak membelah saat berkecambahAkarnya serabutDaunnya berbentuk halus dan bertulang sejajarBatang tidak bercabang dan beruas-ruasUjung batang dilindungi oleh koleoptilSebagian besar memiliki bunga yang tersusun dari mahkota bunga, kelopak bunga dan benang sari berjumlah 3 buahTidak punya kambium pada batang maupun akarnyaPerbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil. Foto Getty Images/iStockphoto/Graphic_BKK19792. Tumbuhan DikotilTumbuhan dikotil didefinisikan sebagai tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua. Contoh tumbihan yang masuk dalam kelompok dikotil yaitu, mangga, pepaya, cempedak, sirih, belimbing, tanaman karet, pohon jarak, tumbuhan kacang-kacangan, cabai, hingga ciri-ciri tumbuhan dikotil, antara lainMemiliki biji berkeping duaMembelah saat berkecambahAkar tunggangMemiliki batang bercabangTulang daun oval atau berjariTidak memiliki tudung akarBatang berkambiumAkar dan batang memiliki bentuk yang membesarMemiliki xilem dan floemBagian bunga tersusun dari mahkota bunga, kelopak bunga dan benang sari dengan jumlah 2, 4, 5 atau kelipatannyaItu dia ciri-ciri sekaligus menjelaskan perbedaan dari tumbuhan monokotil dan dikotil. Bagaimana detikers, sudah paham bukan? Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] rah/lus
Tumbuhan dikotil atau dicotyledonae adalah tumbuhan angiospermae yang mempunyai biji dengan dua daun lembaga. Kelompok tumbuhan ini dikenal juga dengan sebutan tumbuhan berkeping dari kelompok ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, obat, rempah, hingga bahan baku industri. Tanaman dikotil mempunyai ciri khusus dan terbagi menjadi beberapa famili. Agar lebih memahami tentang tanaman dikotil, berikut ini penjelasan Ciri Tumbuhan DikotilTanaman dikotil memiliki ciri khusus yang berbeda dengan tumbuhan monokotil, Mengutip dari “Biologi Interaktif SMA/MA – Kelas X”, berikut ini beberapa ciri tumbuhan berkeping duaMempunyai biji berlembaga berjumlah dua daun berkecambah, biji tanaman ini akan membelah menjadi akar tunggang dan ujung akar tidak memiliki dikotil bercabang, jelas, dan berkambium sehingga cepat tunggal dan majemuk dengan tulang daun menyirip atau berkelipatan 2, 4, atau Tumbuhan DikotilSebagai bagian dari kingdom plantae, tanaman berkeping dua juga tersusun atas organ pokok. Melansir dari “Biologi SMA dan MA Jilid 2”, berikut penjelasan tiga bagian pokok organ AkarAkar adalah bagian tanaman yang ada dalam tanah biasanya berwarna putih dan bentuknya meruncing. Bentuk ini memudahkan akar agar bisa menembus tanah. Fungsi akar bagi tumbuhan yaitu untuk memperkuat tumbuhan berdiri, menyerap air dan unsur hara, dan tempat menyimpan makanan. Bentuk akar setiap tanaman berbeda tergantung jenis tanaman dikotil, akar berbentuk tunggang. Akar dikotil memiliki akar lembaga atau calon akar yang akan terus tumbuh dan menjadi akar pokok yang BatangBatang adalah bagian tumbuhan yang ada di permukaan tanah. Batang berfungsi untuk mendukung bagian tumbuhan lainnya yang ada di atas tanah. Dengan adanya percabangan pada batang, maka bidang fotosintesis akan semakin dikotil tersusun oleh tiga lapisan yaitu epidermis, korteks, dan EpidermisEpidermis pada tanaman dikotil merupakan lapisan sel pipih yang tersusun rapat. Fungsi bagian ini yaitu untuk melindungi jaringan dalam batang setelah batang mengalami pertumbuhan sekunder. Di tempat tertentu, epidermis pecah dan diisi jaringan gabung yang dihasilkan oleh kambium gabus. Lapisan ini disebut lentisel yang fungsinya untuk tempat pertukaran gas dan KorteksKorteks dikotil merupakan jaringan yang disusun atas sel parenkim sebagai jaringan dasar. Korteks batang tanaman ini terdiri atas korteks luas dan luas terbentuk atas sel kolenkim berkelompok atau sel kolenkim yang berselang seling dengan sel parenkim yang membentuk lingkaran tertutup. Sementara itu, korteks dalam terusun dari sel SteleStele merupakan bagian paling dalam dari batang dikotil. Dalam stele ini terdapat bekas vaskuler floem dan xilem yang terusun seperti cincin. Hal ini berarti diantara floem dan xilem terdapat kambium. 3. DaunDaun merupakan bagian tumbuhan berbentuk pipih yang berwarna hijau. Fungsi utama dari organ ini yaitu untuk melakukan fotosintesis. Berbeda dengan tumbuhan monokotil, stele tanaman dikotil ini mempunyai jaringan parenkim palisade. Klasifikasi Tanaman DikotilKelompok tanaman berkeping dua terbagi menjadi enam famili dengan ciri khas berbeda-beda. Melansir dari “Biologi Interaktif SMA/MA – Kelas X”, berikut MimosaceaeFamili dari tanaman dikotil yang pertama yaitu mimosaceae. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah topis. Ciri tanaman ini yaitu memiliki bunga dan daun tersentuh, daun mimosaceae akan terkulai dan biji tanaman ini biasa ditemukan dalam polong. Contoh tanaman dikotil dari dari famili ini antara lain; lamtoro, putri malu, petai, dan PapilionaceaePapilonaceae merupakan tumbuhan semak yang berkeping dua. Contoh tumbuhan berkeping dua dari famili ini antara lain; buncis, kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, kembang telang, kacang kedelai, dan kacang ciri-ciri dari tanaman papilionaceae yaituMempunyai bintil akar yang mengandung bakteri dengan kemampuan memfiksasi nitrogen dari bunga yang berbentuk seperti terdapat dalam dimanfaatkan sebagai protein MyrtaceaTumbuhan dikotil lainnya yaitu myrtacea. Famili myrtacea adalah tumbuhan yang bisa menghasilkan minyak atsiri yang berguna sebagai obat. Selain minyak atsiri, buah tanaman myrtacea juga mengandung banyak tanaman ini umumnya tumbuh di daerah tropis. Contoh tumbuhan dikotil dari famili ini yaitu; jambu biji, jambu air, cengkeh, dan daun SolanaceaeSolanaceae adalah tumbuhan semak atau herba dari kelompok dikotil. Ciri tanaman ini antara lainMempunyai bunga berbentuk daun kelopak dan daun mahkota berjumlah lima atau lima benang sari dan satu dimanfaatkan sebagai sayuran dan buah-buahan yang kaya tanaman solanaceae yaitu terong, kentang, leunca, kecubung, cabai, dan MoraceaeTanaman dikotil lainnya yaitu moraceae. Ciri tanaman ini yaitu mempunyai daun tebal yang menghasilkan getah berwarna putih. Tanaman ini biasanya dimanfaatkan untuk obat, penghasil getah, dan buah yang masih muda biasa dikonsumsi sebagai sayuran. Contoh dari tanaman famili ini yaitu; beringin, karet kebo, nangka, dan RubiaceaeKelompok tanaman dikotil yang terakhir yaitu rubiaceae. Tanaman angiospermae ini biasanya menghasilkan biji, daun, dan bunga yang berguna sebagai obat atau rempah. Contohnya yaitu; mengkudu, kina, kembang soka, dan nusa indah.
SAAT Anda berada di bangku sekolah pasti sering mendengar tumbuhan dikotil. Tahukah Anda artinya? Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbunga yang mempunyai biji berkeping dua. Pada tumbuhan dikotil, bijinya dilindungi daun buah atau disebut karpel. Tumbuhan yang tergolong dikotil ini memiliki sepasang daun lembaga atau kotiledon. Daun lembaga terbentuk dari tahap biji, oleh karenanya sebagian besar anggotanya memiliki biji-bijian yang mudah terbelah menjadi dua bagian. Baca juga Ayo Mengenal Mitokondria dan Fungsinya Tumbuhan dikotil pastinya memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari tumbuhan monokotil, yaitu 1. Struktur daun Untuk tumbuhan dikotil, tulang daun memiliki bentuk menjari atau menyirip dan mempunyai jaringan tiang. Stomata yang ada pada daun sebagai organ penting bagi respirasi daun. Berbentuk seperti lubang kecil lonjong yang dikelilingi dua sel epidermis khusus yang disebut dengan sel penutup dan hanya ada pada daun yang berwarna hijau. Stomata daun ada di permukaannya dan sangat mungkin tumbuhan melakukan pertukaran gas. Struktur daun dikotil terdiri dari Epidermis yang terdiri dari sel-sel kipas dan stomata. Epidermis daun sendiri dapat berubah menjadi trikoma yang berfungsi untuk melindungi dan memantulkan radiasi cahaya matahari. Jaringan dasar berada diantara kedua epidermis, yakni epidermis atas dan bawah. Mesofil adalah daerah utama tempat terjadinya fotosintesis. Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun dan mempunyai susunan seperti pada batangnya. Berkas pengangkut ini adalah gabungan dari xylem dan floem. 2. Struktur pada batang daun Jaringan penyusun batang tumbuhan dikotil, ialah sebagai berikut Epidermis epidermis pada batang merupakan suatu jaringan sel hidup di luar batang yang tersusun pada dinding sel yang tipis. Epidermis pada batang tersebut biasanya menutupi organ pada tumbuhan. Korteks korteks pada batang itu berada pada lapisan epidermis. Endodermis endodermis pada batang berada di bawah permukaan lapisan epidermis Floem floem pada batang menyusun sel yang melingkupi berbagai sel-sel serat floem serta juga komponen pembuluh yakni sebagai penyalur makanan pada tumbuhan. Xylem sel penyusun xylem ini melingkupi elemen trakea, serat xilem serta jugaparenkim xilem. Xylem memiliki fungsi sebagai penyalur air dan juga mineral dari akar ke daun dan terletak pada bagian dalam berkas pembuluh atau juga di bagian dalam cambium. Xilem pada tumbuhan berbunga mempunyai dua tipe sel, yakni trakeid dan juga unsur pembuluh. Kedua tipe sel tersebut merupakan sel mati. 3. Struktur akar dikotil Struktur luar akar umumnya terdiri dari batang akar, cabang akar, bulu akar serta tudung akar. Bagian paling ujung dari akar merupakan suatu titik tumbuh yang dilindungi oleh adanya tudung akar kaliptra yang dibentuk oleh kaliptrogen. Namun pada tumbuhan dikotil, batas pada ujung akar dengan kaliptra ini tidak jelas. Akar tersebut tersusun oleh empat lapisan jaringan pokok, antara lain Epidermis, memiliki fungsi sebagai penyerap air. Korteks, memiliki fungsi ialah sebagai tempat penyimpanan zat Endodermis, memiliki fungsi dapat mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar. Silinder pusat stele, terdiri dari perisikel, xilem serta floem. 4. Reproduksi tumbuhan dikotil Berikut ini terdapat beberapa reproduksi tumbuhan dikotil, antara lain - Vegetatif Dibagi menjadi dua yaitu alami dan buatan. Secara alami, tumbuhan berkembang biak tanpa kawin dan tanpa bantuan tangan manusia. Reproduksi secara vegetatif buatan dilakukan dengan merunduk, menyambung dan mencangkok. Mencangkok yang dilakukan pada tanaman dikotil dengan metode membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Selanjutnya daerah lukanya dibalut menggunakan tanah atau media lain dan diikat kencang serta dibiarkan sampai tumbuh akar. - Generatif Alat perkembangbiakan angiospermae ialah bunga. Bunga terdiri dari perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga sendiri terdiri dari kelopak dan mahkota bunga. Alat kelamin bunga sebagai alat perkembangbiakan. Di bagian dalam dari lingkaran perhiasan bunga ialah alat kelamin bunga. Sedangkan alat kelamin bunga terdiri dari benang sari yang alat pembiakan jantan dan putik menjadi alat pembiakan betina. Benang sari terletak pada lingkaran sebelah luar dari putik. Contoh-contoh tumbuhan dikotil beserta nama latinnya yaitu Karet Hevea brasiliensis Singkong/Ubi Kayu Manihot utilissima Jarak Ricinus communis Tumbuhan Kapas Gossypium sp Cabai Merah Capsicum annum Kentang Solanum tuberosum Putri Malu Mimosa pudica Bunga Dahlia Dahlia sp Tomat Solanum lycopersicum Jeruk Citrus Anggur Vitis vinivera Kacang Tanah Arachis hypogaea Ceremai Phyllanthus acidus Mangga Mangifera indica Puring Codiaeum variegatum Jambu Air Syzygium aqueum Kacang Kedelai Glycine soja Bunga Flamboyan Delonix regia Tembakau Nicotiana tabacum Cabai Rawit C. frutescens Bunga Seruni Chrysanthemum Jambu Biji Psidium guajava Kakao Theobroma cacao Pohon Mahoni Swietenia mahagony jaca Cengkeh Syzygium aromaticum Kamboja Plameria acuminata Johar Senna siamea Strawberry Fragaria daltoniana Srikaya Annona squamosa Ceremai Phyllanthus acidus Sawo Manilkara zapota Petai Parkia speciosa Melinjo Gnetum gnemon Buah Rambutan Nephelium lappaceum Terong Solanum melongena Bunga Matahari Helianthus annuus Jeruk Nipis Citrus aurantifolia Kacang Panjang Vigna sinensis Ranti atau Leunca Solanum nigrum Takokak Solanum torvum Kecubung Datura metei Pohon Albasia Albizia chinensis Jarak Pagar Jatropha curcas Kacang Koro Canavalia gladiata Lamtoro atau Petai Cina Leucaena leucocephala Saga Adenanthera pavonina Kamkuat Citrus japonica Jambu Monyet Anacardium occidentale Bunga Seruni Chrysanthemum indicum Waru Hibiscus tiliaceus Kembang Merak Caesalpinia pulcherrima Durian Durio zibberthinus Jeruk Bali Citrus maxima Rosela Hibiscus sabdariffa Kacang Hijau Phaseolus radiatus Bunga Sepatu Hibiscus rosasinensis OL-1
tumbuhan dikotil berikut tergolong famili