Usmanbin 'Affān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`ān dan mengajarkannya." Hadis sahih - Diriwayatkan oleh Bukhari. Uraian. Hadis ini: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`ān dan mengajarkannya"; ditujukan kepada seluruh umat.
Prinsipintegrasi Tanda-tanda orang yang beriman sebagai berikut: 1. Jika disebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika dibacakan ayat al-Qur’an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya 2.
HadistMenuntut Ilmu: Dengan Menuntut Ilmu Dapat Membawa Seorang Muslim Kepada Kebaikan Perlu diketahui bahwa dengan menuntut ilmu termasuk perkara yang dapat membawa seorang muslim pada kebaikan. Mulai dari mendapatkan pahala
bahanajar. Surah Az-Zumar ayat 9 Standar Kompetensi Memahami ayat-ayat Al-Quran tentang Ilmu yang bermanfaat Kompetensi Dasar 1. Menerjemahkn Surah Az-Zumar ayat 9 2. Memahami isi kandungan Surah Az-Zumar ayat 9 3. Menunjukkan isi kandungan Surah Az-Zumar ayat 9 A. Lafal Surah Az-Zumar ayat 9 Surah Az-Zumar adalah surah yang ke – 39 .
Tulislahlafal hadis yang mejelaskan tentang keutamaan mempelajari ilmu agama. Question from @Sarah868 - Sekolah Menengah Pertama - B. arab. Tulislah lafal hadis yang mejelaskan tentang keutamaan mempelajari ilmu agama. Question from @Sarah868 - Sekolah Menengah Pertama - B. arab maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. √ Kumpulan hadits tentang menuntut ilmu Lengkap √ beserta latin dan artinya √ Keutamaan menuntut ilmu √ Ayat Al Quran tentang ilmu √ dan Keterangan ulama tentang menuntut ilmu. Artikel ini panjang, dan untuk memudahkan anda, kami buat link daftar isi, silahkan buka daftar isi dan pilih tema bahasan yang hendak anda baca, atau bisa anda baca dari awal sampai akhir. Daftar IsiPengertian IlmuPentingnya Menuntut IlmuHadits Tentang Menuntut IlmuHadits Tentang Wajibnya Menuntut IlmuHadist Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu ke 1Hadist Tentang keutamaan Menuntut Ilmu ke 2Hadist keutamaan Penuntut Ilmu ke 3Hadist Menuntut Ilmu ke 4Hadist Tentang Menuntut Ilmu Ke 5Hadist Keutamaan Ilmu Ke 6Hadist Tentang Penuntut Ilmu Ke 7Hadist Tentang Menuntut Ilmu Ke 8Hadits Tentang Ilmu Yang BermanfaatAyat Al Quran Tentang IlmuAl Quran Surat Al-Mujadilah Ayat Ke 11Al Quran Surats Az Zumar ayat 9Penjelasan UlamaPenjelasan Tentang Kewajiban Menuntut IlmuHukum Wajib Terbagi DuaPenjelasan Tentang Hadist Penuntut Ilmu Dimudahkan Jalannya Menuju SurgaPenjelasan Tentang Hadist Tanda yang Allah Berikan Kepada Ahli IlmuPenjelasan tambahan Tentang Ilmu Yang BermanfaatKesimpulan Tentang Hadist Menuntut Ilmu Pengertian Ilmu Ilmu adalah Segala sesuatu yang datangnya dari Allah dan Rasullullah Sallalahu Alaihi Wassalam, dalam bentuk Ayat Al Quran maupun Hadist. Ilmu merupakan kunci semua kebaikan, dengan ilmu kita bisa mengetahui hukum-hukum Allah, dengan ilmu kita bisa mengamalkan Agama secara sempurna, dengan ilmu kita mengetahui batasan-batasan halal dan haram dan dengan ilmu kita berpeluang besar untuk masuk surga. Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Manusia sebenarnya lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dua atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu diperlukan di setiap waktu.” Imam Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab FathulBahri, 1/92 menerangkan bahwa maksud ilmu disini adalah ilmu syar’i atau ilmu agama bukan ilmu dunia. Bukan berarti ilmu dunia tidak baik, manfaat ilmu dunia juga baik dan kita perlu juga akan ilmu dunia, tapi tidak masuk ketaraf wajib, hanya mubah saja, dan itu juga tergantung dari tujuan kita mempelajari ilmu dunia tersebut, kalau tujuan kita baik dan bermanfaat maka akan baik juga ilmu tersebut, tapi kalau niatnya rusak maka akan mendapatkan dosa. Haditt tentang menuntut ilmu ini ada yang berkaitan dengan wajibnya, dan ada yang berkenaan dengan keutamaannya, dan yang lebih banyak adalah haditt tentang keutamaan menuntut ilmu. Kami sertakan gambar, tuliskan arab, tulisan latin dan artinya, untuk penjelasan ulama tentang hadis akan kami tuliskan di akhir artikel ini dalam sub judul penjelasan ulama. Untuk hadits ini sebagiannya kami tampilkan lengkap dengan sanad, matan dan rawinya, tapi ada juga yang tidak kami tuliskan secara lengkap, karena keterbatasan ilmu kami. Hadist pertama ini adalah hadits menuntut ilmu yang pendek yang menerangkan tentang wajibnya menuntut ilmu Agama. Bacaan Arab Hadist Wajibnya Menuntut Ilmu طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Latinnya “Tholibul ilmi faridhotan a’la kulli muslimin” Artinya “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” [HR. Ibnu Majah no. 224], dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dishahihkan Al Albani dalam [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913] Hadist kedua ini menerangkan tentang penuntut Ilmu akan di mudahkan jalannya menuju surga. Bacaan Arabnya مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ Bacaan Latinnya “Man salaka thoriqon yaltamisu fihi i’lman sahhallahu bihi thoriqon ilal jannah” Artinya Barang siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan dirinya jalan menuju surga. hadist dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu [HR. Muslim]. Hadist ketiga ini menjelaskan tentang tanda kebaikan pada seseorang yang di berikan oleh ALLAH berupa kepahaman akan ilmu agama. Bacaan Arab مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ Bacaan Latin “Man yuridillahi khaoyron yufaqihhu fiddiin” Artinya “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang ilmu agama.” Hadist ini datang dari sahabat Muawiyyah Radhiallahu Anhu. [HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037]. Hadist keutamaan Penuntut Ilmu ke 3 Hadist tentang menuntut ilmu ke empat ini menerangkan tentang keutamaan penuntut ilmu, yaitu di samakan kedudukannya dengan mujahid fii sabillillah. Bacaan Arabnya مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ Bacaan Latinnya “manjaa amasjidii hadzaa lam yatihi illa likhoyrin yata a’llamuhu aw yua’llamuhu fahuwa bimanzilatil mujaahidi fii sabiilillah”. Artinya “Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, tidaklah ia mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkaannya, maka dia sama dengan kedudukan mujahid fii sabiilillah.” [HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 227]. Hadist tentang menuntut ilmu keempat menjelaskan tentang fadhilah ilmu yang bermanfaat, bahwa pahalanya akan kekal dan mengalir kepada kita walaupun kita sudah meninggal. Bacaan Arab ذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ Bacaan Latin “Idzaa maatalinsaan anqothoa’ a’maluhu illa min tsalatsin; shodaqotin jaariyah, auw i’lmin yuntfu’bihi, auw waladin sholihin yadu’u lahu” Artinya “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali tiga hal sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang berdoa untuknya” [HR. Muslim]. Hadist ini menerangkan tentang warisan Nabi yang berupa ilmu yang di berikan kepada para Ulama. Bacaan Arab اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ Bacaan Latin “A’l Ulamaa u warotsatul anbiyyaa, wainnal anbiyyaa lam yuwarrotsuu diinaaron walla dirhamun, walakin warrotsuul i’lma, faman akhoduhu akhodu bi hadzhon wa firin”. Artinya “Para ulama adalah pewaris para nabi, Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi para nbi mewariskan ilmu. Maka , barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” [HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; Di sahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6297]. Hadist Keutamaan Ilmu Ke 6 Hadist ini menerangkan tentang keutamaan ilmu atas ibadah. فَـضْلُ الْعِـلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَـضْلِ الْعِـبَادَةِ، وَخَيْرُ دِيْنَكُمُ الْوَرَعُ Bacaan Latin “Fadlu al i’lmi khoiron min fadhlin al i’baadah, wakhoiru diinakumul warou’n” Artinya “Keutamaan ilmu adalah lebih baik dari pada keutamaan ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah ketakwaan.” Perawi dan riwayat hadist [Hadits ini hasan, datang dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu’anhu, dan diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath no. 3972, Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi ta’liq hadits no. 96 sebagai syahid] Hadist Tentang Penuntut Ilmu Ke 7 Hadist ini menerangkan tentang keutamaan penuntut ilmu yang akan mendapatkan doa kebaikan dari semua mahluk baik di langit dan di bumi. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ Bacaan Latin “Innallahu wamalaikatahu wa ahlassamawati wal arodhina hatta anamllata fii juhrihaa wa hatta alhuuta layusholluuna a’laa mua’llminnasi al khoiyro”. Artinya “Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” [Hadits Abu Umamah Al Bahili di Riwayat oleh Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syehk Al Albani]. Hadist ini menerangkan tentang ketenangan atau sakinah, dikelilingi oleh malaikat dan di naungi oleh rahmat ALLAH Subhana Hu Wataala bagi para penuntut ilmu. وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ Artinya “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah atau ketenangan, dinaungi rahmat, dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” [HR. Muslim, no. 2699] Hadits Tentang Ilmu Yang Bermanfaat Hadits ini dirwayatkan oleh Ibnu majah, dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda سَلوا اللهَ علمًا نافعًا ، و تعوَّذوا باللهِ من علمٍ لا ينفَعُ Yang artinya “Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat”. Hadits tentang ilmu yang ber manfaat ini dinyatakan hasan sanadnya oleh Syaikh al-Albani dalam kitabnya Silsilatul ahaadiitsish shahiihah no. 1511. Makna hadits ini yang di jelaskan oleh para ulama salaf adalah ilmu yang bersumber dari Al Quran dan Hadits yang bisa di amalkan dan menjadi amal shalih. Makna ilmu yang bermanfaat juga di jelaskan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hambali adalah kita belajar dengan sungguh sungguh tentang dalil dalil dalam Al Quran dan sunnah, lalu berusaha memahami kandungannya sesuai dengan pemahaman para salafus shalih. Setelah memahami kandungannya, maka kita bisa dengan mudah mengamalkan ilmu tersebut, inilah yang di sebut dengan ilmu yang bermanfaat dalam hadist tersebut. Ayat Al Quran Tentang Ilmu Disini kami tuliskan juga ayat AL Quran tentang ilmu, diantarannya adalah Al Quran Surat Al-Mujadilah Ayat Ke 11 َرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ.. “…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” [QS. Al-Mujadilah 11] Al Quran Surats Az Zumar ayat 9 قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ “Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Qs Az Zumar 9] Penjelasan Ulama Penjelasan ulama atau tafsir ulama tentang maksud dari hadist menuntut ilmu di atas. Ini adalah perintah yang jelas tentang kewajiban untuk menuntut ilmu agama, dan sikap sebagai seorang muslim yang baik adalah “samina Wa Athona” Kami mendengar dan kami taat. Sesuai dengan apa yang di firmankan oleh ALLAH Subhana Hu Wataala, dalam Al Quran Surat An-Nuur Ayat 51, yang berbunyi إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ “Sesungguhnya ucapan orang yang beriman adalah apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami dengar dan kami taat”. Dan merekalah orang-orang yang berbahagia.” [QS. An-Nuur 24 51]. Hukum Wajib Terbagi Dua Imam al-Qurthubi rahimahullaah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua Pertama, hukumnya fardhu ai’n atau wajib untuk setiap individu Menuntut ilmu aqidah, ilmu fiqih wajib seperti shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib. Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagai hak waris, tentang pelaksanaan hukum islam atau hadd seperti qishas, potong tangan cambuk dan lainnya, menjadi penghafal Al Quran. Di dalam hadits diatas terdapat janji Allah Subhanna Hu Wataala, bahwa orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu agama atau ilmu syar’i, maka Allah akan memudahkan jalan untuknya menuju Surga. “Berjalan menuntut ilmu” dalam hadist ini mempunyai dua makna, yaitu Pertama Melakukan perjalanan dalam arti yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki menuju majelis-majelis ilmu atau duduk di mejelis para ulama. Kedua Menempuh jalan diartikan dengan “cara” yang mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i seperti menghafal ilmu dan Al Quran, belajar dengan membaca dari buku, menela’ah kitab-kitab ulama, menulis ilmu dan cara apa saja yang bisa mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i. “Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga” juga mempunyai dua makna, yaitu Pertama Allah akan memberikan kemudahan jalan menuju surga bagi penuntut ilmu agama, dengan syarat ikhlas karena ALLAH dan mengamalkan ilmu yang di milikinya. Kedua Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga pada hari Kiamat kelak, saat kita melewati shirath dan dimudahkan atau di hilangkan dari berbagai kengerian dan ketakuan pada saat itu baik sebelum dan sesudahnya. Dengan hadist keutamaan ini saja sebenarnya dan seharusnya sudah cukup bagi seorang muslim untuk giat dan semangat dalam menuntut ilmu, karena keutamaan atau fadhilah yang di janjikan adalah Surga, yang semua orang berharap untuk masuk ke dalamnya. Penjelasan Tentang Hadist Tanda yang Allah Berikan Kepada Ahli Ilmu Dalam kitabnya yang berjudul Bahjatu Quluubil Abraar, hal. 38-39, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa hadits ini adalah sebagai petunjuk tentang keutamaan ilmu yang paling besar. Yaitu karena ilmu yang bermanfaat adalah tanda akan bahagiannya seorang hamba dan juga sebagai tanda bahwa Allah Ta’ala menghendaki kebaikan untuknya. Dan begitupun sebaliknya, hadits ini juga menunjukan bahwa barangsiapa yang berpaling dari menuntut ilmu agama, berarti Allah Ta’ala tidak menghendaki kebaikan untuknya. Karena dia tidak bisa melakukan amalan yang akan mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam kitabnya Kitaabul Ilmi, hal. 21 menerangkan bahwa ”Yang dimaksud dengan faqihu fid-din’ paham akan agama bukan hanya memahami hukum-hukum amaliyyah tertentu saja atau ilmu fiqih. Tetapi yang dimaksud dengan faqihu fid-din’ tersebut adalah paham akan secara keseluruhan ilmu syar’i , seperti ilmu tauhid, ilmu ushuluddin atau pokok-pokok agama, dan juga ilmu yang terkait dengan syari’at Allah. Ulama tabiin yaitu Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata dalam kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi I/230, “Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik halal dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah Surga”. Penjelasan tambahan Tentang Ilmu Yang Bermanfaat Ilmu yang bermanfaat dalam hadist di atas adalah ilmu yang hak benar datanganya dari Kitab Al Quran dan Sunnah atau ilmu syar’i, yang diamalkannya dan atau mengajarkannya. Dengan mengamalkan dan mengajarkan atau menyebarkan ilmu syar’i ini, maka selama orang yang kita ajari atau orang yang mencontoh amalan kita masih mengamalkan ilmu tersebut, maka pahala akan terus kita dapatkan, walaupun kita sudah meninggal. Pentingnya Mendidik Anak Tentang Agama Inilah pentingnya kita mendidik anak untuk menjadi anak yang shalih dan shalihah, karena jika kita memberikan ilmu akhirat dan ilmu agama secara umum yang dengannya anak kita mengamalkan apa yang kita ajarkan, maka pahala akan terus mengalir kepada kita selama anak kita mengamalkannya. Dan yang lebih penting lagi, setelah kita meningal dunia, maka anak kita akan senantiasa mendoakan kita, dan ini adalah doa yang akan kita terima walaupun kita sudah meninggal. Jangan hanya memberikan pendidikan dunia tanpa memikirkan ilmu akhirat kepada anak kita, karena ini adalah kerugian yang nyata, seimbangkanlah antara kehidupan dunia dan akhirat, dan lebih tegas lagi berikan bekal agama sebelum bekal dunia. Jihad Yang Utama Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitab Al-Kafiyah Asy-Syafiyah fil Intishari lil Firqatin Najiyyah hal. 35, berkata, “Jihad dengan hujjah dan lisan ilmu lebih didahulukan dari pada jihad dengan pedang dan tombak.” Maksudnya sebelum tegaknya jihad dengan senjata, maka langkah pertama adalah dengan menerangkan dengan ilmu kepada kaum yang akan kita dakwahi, jika hujah yang kita sampaikan tidak di terima, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengangkat senjata. Beberapa kesimpulan penting tentang hadits menuntut ilmu agama dalam ulasan di atas adalah Menuntut Ilmu itu hukumnya wajib untuk setiap individu, dan wajib disini adalah fardhu a’in seperti mempelajari ilmu fiqih wajib dan aqidah yang benar. Kedudukan ilmu dalam agama islam adalah sangat penting, karena dengan ilmu kita bisa mengetahui mana syariat yang benar menurut Al Quran dan As Sunnah, dan ini menjadi landasan untuk kita dalam beramal. Tanpa ilmu niscaya kita bisa beramal dengan benar sesuai dengan yang di contohkan oleh para ulama kita, sehingga muncul amalan amalan baru yang tidak sesuai dengan syariat atau bid’ah. Jangan beramal tanpa ilmu, kaidahnya adalah amal agama haram di lakukan sampai ada dalil yang memerintahkannya, dan untuk urusn dunia kaidahnya adalah semuanya halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Keutamaan ahli ilmu sangat banyak sebagaimana yang di terangkan dalam hadist tentang menuntut ilmu di atas dan sudah sepatutnya kita sebagai seorang muslim menjadikan keutamaan ini cambuk dan semangat untuk belajar ilmu agama. Paksakan diri dan luangkan waktu untuk menghadiri majelis ilmu, karena ini adalah cara mendapat ilmu yang bermanfaat dan juga jalan pintas menuju surga, Ingat selalu, musuh yang nyata bagi kita adalah syetan, yang akan membisiki kita untuk lalai dari ilmu agama. Semoga kita semua dimudahkan oleh ALLAH Azza Wa Jalla untuk mengamalkan hadits tentang menuntut ilmu ini dan semoga kita bisa selalu hadir di majelis ilmu, dimudahkan oleh ALLAH untuk beramal dengan ilmu yang benar dan pada akhirnya semoga ALLAH Azza Wajalla memudahkan langkah kita menuju surga. Baca juga Hadist Tentang Sabar dan Keutamaannya Hadist Tentang Ikhlas Jelaskan Pengertian Hari Kiamat
Apa Dalil Al-Qur’an & Hadits tentang Kewajiban Menuntut Ilmu? Kewajiban menuntut ilmu telah diterangkan dalam Al-Quran dan Hadits. Belajar merupakan sebuah kewajiban bagi setiap manusia, karena dengan belajar manusia bisa meningkatkan kemampuan dirinya. Dengan belajar, manusia juga dapat mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak ia ketahui. Selanjutnya, kita khususnya sebagai umat muslim haruslah lebih memperhatikan lagi dalam hal belajar, karena di dalam agama Islam sudah dijelaskan keutamaan bagi para penuntut ilmu. Allah menerangkan anjuran untuk menuntut ilmu di dalam Al-Quran Al-Maidah ayat 11 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Artinya “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Kutipan ayat tersebut menerangkan bahwa betapa Allah akan mengangkat derajat mereka yang menuntut ilmu beberapa kali lebih tinggi daripada yang tidak menuntut ilmu. Isyarat ini menandakan bahwa dengan ilmu lah manusia bisa menjadi lebih mulia, tidak dengan hartanya apalagi nasabnya. Baca Juga Bacaan Doa Qunut Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Arab + Latin Dalam sebuah Hadis pun disebutkan tentang keutamaan mempelajari ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ Artinya “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” HR. Muslim, no. 2699 Dari kedua dalil di atas menerangkan bahwa umat Islam diwajibkan untuk menuntut ilmu, karena Allah telah berjanji di dalam Al-Qur’an bahwa barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan Rasulullah juga menjelaskan bahwa dengan belajar atau berjalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga. Di dalam kata-kata mutiara orang Arab juga menjelaskan tentang belajar أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ Artinya “Tuntutlah ilmu dari buaian bayi hingga liang lahat.” Bahwa kewajiban menuntut ilmu itu sepanjang hidup kita dimulai dari kita dilahirkan sampai akhir hayat kita. Kewajiban ini akan terus ada dan tidak akan terlepas hingga akhir hayat kita. Semoga kita dapat menjadi muslim yang dimuliakan Allah dengan ilmu kita. Amiin. Dinulcahya / Ed. M. Taufiq Affandi Sumber Post Views 1,183
Ilustrasi anak Islam membaca Al-Quran. Foto Shutter StockMenuntut ilmu bukan sekedar upaya untuk menambah pengetahuan, tapi juga ibadah yang wajib dijalankan. Kewajiban menuntut ilmu bagi umat Islam tertuang dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi"Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan." HR. Ibnu Abdil BarrMengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, ilmu merupakan pengetahuan tentang bidang yang disusun secara sistematis dengan metode tertentu untuk menjelaskan suatu gejala di bidang Islam, tidak ada perbedaan antara ilmu agama dan ilmu umum. Tujuannya sama, yakni untuk mencari ridha dan keberkahan Allah Swt. Dalam beberapa hadits, Rasulullah telah banyak menyebutkan keutamaan, manfaat, serta hikmah menuntut ilmu bagi umat Islam. Apa saja?Hadits Menuntut Ilmu dan ArtinyaBerikut hadits menuntut ilmu dan artinya yang dikutip dari Jurnal Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Hadis Nabi tulisan Suja'i Sarifandi dan Jurnal Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan dalam Al-Qur'an dan Hadits karya Sayid QutubIlustrasi menuntut ilmu. Foto Shutter Stock"Bersumber dari al-Hasan ra., ia berkata Rasulullah SAW., bersabda Barangsiapa meninggal dunia di saat sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka ia masuk surga dalam satu tempat dengan para nabi-nabi." HR. Ad-darimi"Bersumber dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata Nabi saw bersabda Tidak boleh hasud iri, kecuali pada dua hal orang yang dikaruniai harta benda oleh Allah kemudian ia menggunakan hartanya sampai habis dalam kebaikan, dan orang yang dikaruniai hikmah ilmu oleh Allah kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya." HR. Bukhari-Muslim"Bersumber dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. bersabda Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah memudahkan baginya jalan ke surga." HR. Muslim"Bersumber dari Anas bin Malik ra. berkata Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali." HR. Tirmidzi"Aku mendengar Rasulullah SAW., bersabda Janganlah kalian mencari ilmu untuk menyombongkan diri kepada ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk memalingkan muka manusia kepada kalian. Barangsiapa melakukan itu, ia masuk neraka." HR. Ibnu MajahIlustrasi membaca buku. Foto Shutterstock"Bersumber dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda Ketika seseorang meninggal dunia maka akan terputuslah amalnya, kecuali tiga hal; kecuali sedekah jariah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakan kepadanya." HR. Muslim"Bersumber dari Jabir bin Abdullah ra. berkata Rasulullah saw bersabda Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat." HR. Ibnu Majah"Bersumber dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. berdoa Ya Allah aku mohon perlindungan kepadamu dari empat perkara; dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak merasa kenyang puas, dan dari doa yang tidak didengar" HR. Abu Dawud"Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.""Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia memiliki ilmunya pula; dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-keduanya pula." dan Muslim.Apa hukum menuntut ilmu bagi umat Islam?Apa yang dimaksud dengan ilmu?Apa ilmu yang wajib dituntut umat Islam?
Meluruskan pemahaman keliru terhadap maksud dari hadits belajar Al-Qur’an “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ala Rasulillah,amma ba’du Pemahaman yang salah!Akibat dari meyakini pemahaman yang salah tersebutTujuan Al-Qur’an diturunkanMakna yang benar dari hadits belajar Al-Qur’anKesimpulanCatatan Penting!Pemahaman yang salah!Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda خيركم من تعلم القرآن وعلمه“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. HR. Bukhori.Di antara pemahaman yang salah dalam memahami hadis di atas adalah membatasi golongan manusia yang layak disebut sebagai orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya hanyalah sebatas orang yang mempelajari dan mengajarkan huruf dan lafadz Al-Qur’an, Tajwid dan ilmu Qiro`ahnya semata! Ini adalah sebuah keyakinan yang salah!Akibat dari meyakini pemahaman yang salah tersebutKetika seseorang meyakini keyakinan yang salah ini, maka sangat memungkinkan ia akan merasa cukup bila sudah menguasai ilmu Tajwid dan Qiro`ah atau sudah hafal Al-Qur’an, maka bisa jadi ia akan berhenti ataupun malas dari melanjutkan mempelajari tafsir Al-Qur’an, memahami makna dan penjelasan kandungannya, baik berupa aqidah yang shohihah, ibadah, akhlak karimah serta hukum-hukum Syari’ ia merasa sudah mengamalkan hadits belajar Al-Qur’an ini, guna meraih derajat yang terbaik!Tujuan Al-Qur’an diturunkanSyaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin rahimahullah telah menjelaskan فالقرآن الكريم نزل لأمور ثلاثة التعبد بتلاوته، وفهم معانيه والعمل به“Al-Qur’an itu diturunkan untuk tiga tujuan beribadah dengan membacanya, memahami makna dan mengamalkannya”Lihatlah, di sini Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menunjukkan tiga perkara yang menjadi tujuan diturunkannya Al-Qur’an, tentunya ketiga perkara ini sama-sama pentingnya, sama-sama baiknya, sama-sama menjadi tujuan diturunkannya Al-Qur’an! Pertama dari tujuan tersebut adalah beribadah kepada Allah dengan membacanya, tentunya membacanya dengan tajwid dan ilmu Qiro`ah,Kedua, memahami makna atau tafsirnya,Ketiga, -misalnya- ketika seseorang baru meraih salah satu dari tiga perkara itu dengan baik, berarti baru meraih sepertiga dari tujuan diturunkannya Al-Qur’an! Janganlah berhenti sampai di situ saja, teruskan meraih dua perkara yang yang benar dari hadits belajar Al-Qur’anImam Ibnul Qoyyim rahimahullahu setelah membawakan hadits di atas, lalu menjelaskan maknanyaوتعلم القرآن وتعليمه يتناول تعلم حروفه وتعليمها , وتعلم معانيه وتعليمهاMempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya mencakupMempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnyaMempelajari dan mengajarkan makna-maknanyaوهو أشرف قسمي تعلمه وتعليمه , فإن المعنى هو المقصود , واللفظ وسيلة إليه ,Yang terakhir inilah yaitu pent. merupakan jenis mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya yang paling mulia, karena makna Al-Qur’an itulah yang menjadi tujuan yang dimaksud, sedangkan lafadz Al-Qur’an adalah sarana untuk mencapai maknanya. فتعلم المعنى وتعليمه تعلم الغاية وتعليمها Maka mempelajari dan mengajarkan makna-maknanya hakekatnya adalah mempelajari dan mengajarkan اللفظ المجرد وتعليمه تعلم الوسائل وتعليمهاsedangkan mempelajari dan mengajarkan lafadz semata hakekatnya adalah mempelajari dan mengajarkan sarana وبينهما كما بين الغايات والوسائل “Dan perbandingan diantara keduanya seperti perbandingan antara tujuan dan Al-Qur’an dan mengajarkannya mencakup dua macam sekaligus, yaitu Lafadz dan maknanya. Berarti kedua-duanya sama-sama keduanya, seperti perbandingan antara tujuan dan sarana. Berarti, jenis yang satu lebih mulia dari yang makna-maknanya dan mengajarkan makna-maknanya tafsirnya lebih mulia dari mempelajari huruf-hurufnya dan mengajarkan huruf-hurufnya saja tajwidnya semata.Oleh karena itu, pantaslah jika dua orang yang masyhur disebut sebagai pakar Tafsir di kalangan Sahabat, yaitu Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dan selain keduanya, berpandangan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan tartil dan mentadabburi merenungi maknanya -walaupun sedikit jumlah Ayat Al-Qur’an yang dibacanya- lebih utama daripada orang yang cepat dalam membaca Al-Qur’an, sehingga banyak jumlah Ayat Al-Qur’an yang dibacanya, namun tanpa mentadabburi zaman Al-Fudhail rahimahullah pun sudah dijumpai adanya orang yang di dalam mengamalkan Al-Qur’an lebih kepada “sebatas membacanya semata”, padahal sesungguhnya mengamalkan Al-Qur’an lebih luas daripada sekedar membacanya saja, karena dalam Al-Qur’an terdapat aqidah, ibadah, mu’amalah dan hukum-hukum Islam yang tertuntut untuk kita amalkan. Berkata Al-Fudhail rahimahullah menuturkan fenomena yang beliau lihat di masanya إنما نزل القرآن ليعمل به ، فاتخذ الناس قراءته عملا“Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, namun ternyata ada saja orang yang menjadikan sebatas membacanya sebagai sebuah bentuk pengamalannya”,Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullah setelah membawakan perkataan Al-Fudhail di atas, bertutur فأهل القرآن هم العالمون به والعاملون بما فيه، لا بمجرد إقامة الحروف“Ahlul Qur’an, mereka adalah orang-orang yang mengetahui maknanya dan mengamalkan isinya, bukan hanya sekedar melafadzkan huruf-hurufnya dengan benar.”Catatan Penting!Tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk menyudutkan para penghafal Al-Qur’an atau para Qurra` Ahli Qiro`ah, tanpa diragukan lagi keduanya adalah dua kelompok manusia yang menduduki derajat yang tinggi dalam Islam, namun yang kami maksudkan disini adalah mendudukkan sesuatu pada tempatnya, semua ajaran Islam adalah penting, namun tingkat kepentingannya bertingkat-tingkat! Maka di dalam Islam ada skala prioritas suatu amal makna ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat dalam kitab-kitab Tafsir, Tauhid, Fikih, dan selainnya serta mengajarkannya, tanpa diragukan lagi, ini termasuk salah satu bagian yang termulia dari kelompok orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an yang dimaksud dalam hadits di atas, karena hakikatnya, kitab-kitab tentang Tauhid adalah kitab yang mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang Tauhid. Kitab-kitab tentang Fikih, hakikatnya adalah kitab-kitab yang mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang Fikih, dan demikian demikian, siapakah sebaik-baik orang diantara kalian? Jawabannya Orang yang mengumpulkan kedua macam aktivitas mempelajari Al-Qur’an dan Allah menjadikan kita termasuk kedalam barisan orang-orang yang terbaik di masyarakat kita, a’ juga Tafsir Ayat Kursi—Penulis Muhammad Nur Ichwan MuslimArtikel
tuliskan hadis yang menjelaskan tentang mempelajari ilmu dan mengamalkannya